Puaskah kita setelah kita mendapat pangkat, harta, jabatan dan lain sebagainya namun kita tidak bisa melihat kapan orang tua kita merasa bahagia, walau orang tua tak pernah meminta kita untuk membalas semua baktinya kepada kita, apa yang telah kita perbuat untuk orang tua kita, seakan kita besar dengan sendirinya. orang tua ingin anaknya menjadi anak yang berbakti, anak yang sukses, anak yang dapat memberinya keturunan, anak yang dapat membahagiakan orang lain di sekitarnya dan itu semua setelah aku pikir-pikir tidak ada untungnya harapan orang tua ini untuk diri mereka, yang mereka harapkan semua untuk kebahagiaan kita, harapan orang tua adalah mulia, suci bersih.
Aku berpikir, di usiaku yang telah lewat seperempat abad ini, belum pernah aku memberikan kebahagiaan kepada orang tuaku, bahkan ibuku satu-satunya yang dulu berperang dengan nyamuk, berperang dengan hujan, berperang dengan panas, berperang dengan maut demi untuk anak-anaknya, walau ibu tidak meminta apa-apa namun aku yakin harapan ibu besar terhadap aku, ibuku selalu menginginkan aku hidup bahagia, tapi apa yang telah aku perbuat semua keinginan ibu belum terkabul, maafkan aku ibu, rasa rindu ini hanya dapat aku ukir disini, aku tidak tau harus berbuat apa untuk membaktikan diri, sungguh aku bingung, yang ada hanya keterpurukan, bahkan untuk memberimu uang bulanan aku terasa sulit, walau semua tak pernah engkau pinta dariku.
Maafkan aku ibu.Aku berpikir, di usiaku yang telah lewat seperempat abad ini, belum pernah aku memberikan kebahagiaan kepada orang tuaku, bahkan ibuku satu-satunya yang dulu berperang dengan nyamuk, berperang dengan hujan, berperang dengan panas, berperang dengan maut demi untuk anak-anaknya, walau ibu tidak meminta apa-apa namun aku yakin harapan ibu besar terhadap aku, ibuku selalu menginginkan aku hidup bahagia, tapi apa yang telah aku perbuat semua keinginan ibu belum terkabul, maafkan aku ibu, rasa rindu ini hanya dapat aku ukir disini, aku tidak tau harus berbuat apa untuk membaktikan diri, sungguh aku bingung, yang ada hanya keterpurukan, bahkan untuk memberimu uang bulanan aku terasa sulit, walau semua tak pernah engkau pinta dariku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar